Kulit Berminyak: Tipe, Ciri, Penyebab & Perawatan yang Tepat Menurut Medis

Kulit berminyak adalah salah satu tipe kulit paling umum, terutama di iklim tropis seperti Indonesia. Produksi minyak (sebum) berlebih sering kali menimbulkan berbagai masalah kulit, mulai dari wajah tampak mengkilap, pori-pori besar, hingga jerawat yang on-off. Namun, dengan pemahaman tepat mengenai penyebab kulit berminyak dan pilihan perawatan kulit berminyak yang sesuai, kondisi ini dapat dikontrol secara optimal.

Baca juga: Manfaat Chemical Peeling untuk Kulit yang Bermasalah

Apa Itu Kulit Berminyak?

Secara medis, kulit berminyak adalah kondisi ketika kelenjar sebaceous di kulit memproduksi sebum secara berlebihan. Sebum sebenarnya berfungsi penting untuk menjaga kelembapan dan melindungi kulit, namun jika jumlahnya terlalu banyak, dapat menyumbat pori-pori serta memicu peradangan.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kulit berminyak lebih sering terjadi pada wajah, terutama area T-zone (dahi, hidung, dan dagu), namun juga bisa muncul di dada hingga punggung.

Cara Mengatasi Kulit Berminyak
Sumber gambar: Freepik

Ciri-Ciri Kulit Berminyak

Beberapa tanda umum kulit berminyak yang sering ditemui antara lain:

  • Wajah tampak mengkilap sepanjang hari
  • Pori-pori terlihat besar dan jelas
  • Kulit terasa lengket, terutama setelah beberapa jam
  • Mudah berjerawat dan komedo
  • Makeup mudah luntur atau “geser”

Mengetahui ciri kulit berminyak penting untuk menentukan jenis perawatan serta produk paling tepat.

Baca juga: Mengenal 10 Ciri Ciri Kulit Sensitif & Cara Mengatasinya Secara Tepat

Tipe-Tipe Kulit Berminyak

Tidak semua kulit berminyak memiliki karakteristik yang sama. Secara klinis, kulit berminyak dapat dibagi menjadi beberapa tipe:

1. Kulit Berminyak Sensitif

Kulit memproduksi minyak berlebih, namun lapisan pelindung kulit (skin barrier) cenderung lebih lemah. Akibatnya, kulit mudah mengalami iritasi, kemerahan, rasa perih, atau gatal, terutama saat menggunakan produk dengan kandungan aktif kuat, pewangi, atau alkohol tinggi. Tipe ini membutuhkan perawatan yang fokus pada pengendalian minyak sekaligus menjaga skin barrier.

2. Kulit Berminyak Dehidrasi

Kulit terlihat berminyak di permukaan, tetapi sebenarnya mengalami kekurangan cairan di lapisan dalam. Kondisi ini sering menyebabkan kulit terasa ketarik setelah mencuci wajah. Kulit berminyak dehidrasi kerap diperparah oleh kebiasaan over-cleansing atau penggunaan produk yang terlalu mengeringkan, sehingga kulit justru memproduksi lebih banyak sebum sebagai respons kompensasi.

3. Kulit Berminyak Berjerawat

Jenis kulit berminyak dengan produksi sebum tinggi yang disertai penumpukan sel kulit mati dan bakteri di dalam pori-pori. Kondisi ini sering berkembang menjadi komedo, jerawat papul-pustular, hingga jerawat inflamasi. Perawatan pada tipe ini perlu menargetkan pengendalian minyak, kebersihan pori, serta pencegahan peradangan.

Penyebab kulit berminyak
Sumber gambar: Freepik

Penyebab Kulit Berminyak Menurut Medis

Memahami penyebab kulit berminyak membantu menentukan solusi lebih efektif. Beberapa faktor yang telah dibuktikan secara ilmiah meliputi:

1. Faktor Genetik

Produksi sebum sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki kulit berminyak, risiko mengalami kondisi serupa akan meningkat.

2. Perubahan Hormon

Hormon androgen berperan besar dalam merangsang aktivitas kelenjar sebaceous. Inilah sebabnya kulit berminyak sering muncul atau memburuk saat pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, atau pada kondisi hormonal tertentu.

3. Iklim dan Lingkungan

Lingkungan dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, seperti di daerah tropis, dapat membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif untuk melindungi kulit dari dehidrasi.

4. Penggunaan Skincare secara Tidak Tepat

Produk dengan kandungan alkohol tinggi, sabun dengan kandungan terlalu keras, atau penggunaan exfoliant berlebihan dapat merusak skin barrier. Kondisi ini memicu kulit memproduksi minyak lebih banyak sebagai mekanisme perlindungan alami.

5. Stres dan Pola Hidup

Stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang secara tidak langsung dapat merangsang produksi sebum. Kurang tidur dan pola makan tidak seimbang juga dapat memperburuk kondisi kulit berminyak.

Baca juga: 10 Makanan untuk Kulit Glowing dan Sehat Alami

Perawatan Kulit Berminyak yang Tepat dan Aman

1. Membersihkan Wajah dengan Lembut

Gunakan pembersih wajah khusus kulit berminyak dua kali sehari. Kandungan seperti salicylic acid membantu membersihkan pori-pori, niacinamide membantu menyeimbangkan sebum, dan zinc berperan mengontrol minyak berlebih tanpa merusak skin barrier.

2. Gunakan Pelembap Non-Comedogenic

Meski berminyak, kulit tetap membutuhkan hidrasi. Pelembab dengan tekstur gel atau water-based membantu menjaga keseimbangan air di kulit tanpa menyumbat pori-pori atau menambah kilap berlebih.

3. Sunscreen Wajib Setiap Hari

Paparan sinar UV dapat memperburuk kondisi kulit sehingga memicu produksi minyak. Gunakan sunscreen berlabel oil-free, non-comedogenic, atau matte finish untuk perlindungan optimal tanpa rasa lengket.

4. Eksfoliasi Teratur

Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori sehingga memperburuk kulit berminyak. Namun, lakukan maksimal 1-2 kali per minggu agar tidak menyebabkan iritasi atau produksi minyak berlebih.

perawatan untuk kulit berminyak
Sumber gambar: Freepik

Perawatan Medis untuk Kulit Berminyak

Jika perawatan rumahan belum memberikan hasil optimal, perawatan kulit berminyak secara medis dapat menjadi solusi lebih efektif.

Beberapa treatment yang direkomendasikan dokter kulit antara lain:

  • Chemical Peeling untuk mengontrol minyak dan memperbaiki tekstur kulit
  • Laser Treatment untuk membantu mengecilkan pori dan mengurangi produksi sebum
  • Medical Facial yang diformulasikan khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat

Di Hagata Skin Aesthetic Clinic Batam, perawatan kulit berminyak dilakukan dengan pendekatan medis berbasis evaluasi kondisi kulit secara menyeluruh. Klinik ini menawarkan teknologi perawatan canggih serta ditangani langsung oleh tenaga profesional berpengalaman, sehingga hasil lebih aman, terukur, serta sesuai kebutuhan kulit pasien.

penyebab dan perawatan untuk kulit berminyak

Kesalahan Umum dalam Merawat Kulit Berminyak

Beberapa kesalahan umum dalam perawatan masalah kulit berminyak antara lain:

  • Terlalu sering mencuci wajah
  • Menghindari pelembap sama sekali
  • Menggunakan produk dengan alkohol tinggi secara berlebihan
  • Mengikuti tren skincare tanpa konsultasi

Pendekatan yang tepat justru berfokus pada menyeimbangkan produksi minyak, bukan menghilangkannya secara total.

Baca juga: Kulit Kering & Kusam? Pahami Penyebab, Pencegahan, dan Perawatan Tepat

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika kulit berminyak disertai jerawat parah, iritasi berulang, atau tidak membaik dengan perawatan rutin, konsultasi dengan dokter estetika sangat dianjurkan. Evaluasi profesional membantu menentukan penyebab utama hibgga jenis perawatan paling sesuai.

Hagata Skin Aesthetic Clinic di Batam menyediakan layanan konsultasi kulit secara personal untuk membantu pasien memahami kondisi kulitnya dan mendapatkan solusi perawatan yang tepat.


Kulit berminyak bukanlah kondisi yang buruk, namun memerlukan penanganan tepat dan konsisten. Dengan memahami tipe kulit, penyebab kulit berminyak, serta memilih perawatan kulit berminyak yang sesuai secara medis, kesehatan dan tampilan kulit dapat terjaga dengan optimal.

Pendekatan yang tepat, dikombinasikan dengan perawatan profesional di klinik terpercaya seperti Hagata Skin Aesthetic Clinic Batam, dapat membantu mengontrol minyak berlebih sekaligus menjaga kulit tetap sehat dan seimbang.


Referensi: