Milia adalah masalah kulit yang sering dianggap sepele, namun cukup mengganggu penampilan, terutama jika muncul di wajah hingga kelopak mata. Banyak orang mencari cara menghilangkan milia dengan cepat, tetapi tidak semua metode aman atau efektif. Mari pahami lebih jauh apa itu milia, penyebab milia di wajah, serta cara menghilangkan milia di wajah berdasarkan pendekatan medis yang terbukti.
Baca juga: Manfaat Chemical Peeling untuk Kulit yang Bermasalah
Apa Itu Milia?
Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang muncul di permukaan kulit akibat penumpukan keratin (protein alami kulit) yang terjebak di bawah lapisan epidermis.
Secara medis, milia adalah kista keratin jinak yang tidak berbahaya, tidak menular, dan bukan jerawat. Milia pada wajah sering muncul di:
- Pipi
- Dahi
- Hidung
- Dagu hingga kelopak mata (area paling sensitif)
Milia bisa dialami oleh semua usia baik bayi, remaja, hingga dewasa.

Penyebab Milia di Wajah
Memahami penyebab milia di wajah penting agar perawatannya tepat sasaran. Beberapa faktor penyebab milia paling umum meliputi:
- Penumpukan sel kulit mati yang tidak terangkat sempurna
- Penggunaan skincare terlalu berat (occlusive skincare)
- Paparan sinar matahari berlebih
- Trauma kulit (luka, laser, peeling agresif)
- Penuaan kulit, sehingga memperlambat regenerasi sel
- Penggunaan krim steroid jangka panjang
Karena itulah, milia pada wajah sering kali sulit hilang dengan skincare biasa.
Baca juga: Perawatan & Cara Mengatasi Bekas Jerawat Kemerahan
Cara Menghilangkan Milia di Wajah & Kelopak Mata
1. Chemical Peeling Medis
Chemical peeling medis menggunakan bahan aktif seperti glycolic acid, lactic acid, atau salicylic acid untuk membantu mengangkat sel kulit mati serta mempercepat proses regenerasi kulit. Dengan pergantian sel kulit secara lebih optimal, sumbatan keratin penyebab milia dapat terbuka secara bertahap. Metode ini efektif untuk milia ringan hingga sedang, sekaligus membantu memperbaiki tekstur kulit hingga mencegah munculnya milia baru jika dilakukan secara rutin dan terkontrol oleh tenaga medis.
2. Ekstraksi Milia oleh Dokter
Ekstraksi milia oleh dokter merupakan cara menghilangkan milia paling aman dan cepat, terutama untuk milia di kelopak mata yang tidak dapat diatasi dengan skincare. Prosedur ini dilakukan menggunakan jarum steril dan teknik medis khusus untuk mengeluarkan inti keratin tanpa merusak jaringan sekitar. Karena dilakukan secara profesional, risiko nyeri, infeksi, hingga bekas luka dapat diminimalkan dibandingkan mencoba memencet milia sendiri di rumah.
3. Laser Treatment
Laser treatment bekerja dengan memanfaatkan energi panas terkontrol untuk memecah penumpukan keratin sekaligus merangsang regenerasi kulit di area milia. Metode ini sangat cocok untuk milia membandel atau berulang, dengan hasil lebih presisi serta risiko bekas yang minimal. Di Hagata Skin Aesthetic Clinic Batam, laser modern digunakan secara aman bahkan untuk area sensitif seperti wajah ataupun sekitar mata, dengan pengawasan dokter berpengalaman.

4. Retinoid (Atas Rekomendasi Dokter)
Penggunaan krim retinoid membantu mempercepat regenerasi sel kulit dan mencegah penumpukan keratin yang menjadi penyebab utama milia. Retinoid lebih berperan sebagai pencegahan jangka panjang dibandingkan solusi instan. Namun, karena bersifat aktif dan berpotensi iritatif, penggunaannya, terutama di area wajah sensitif, harus berdasarkan rekomendasi dokter, dan umumnya tidak dianjurkan untuk kelopak mata tanpa pengawasan medis.
5. Microneedling Medis
Microneedling medis menggunakan jarum mikro untuk menciptakan luka mikro terkontrol yang membantu membuka saluran kulit, memperbaiki tekstur, hingga merangsang produksi kolagen. Metode ini efektif untuk milia yang disertai kulit kasar atau pori tampak tidak rata. Karena membutuhkan alat khusus dan teknik steril, microneedling harus dilakukan di klinik oleh tenaga profesional agar hasil optimal dan aman.
6. Perubahan Skincare Routine
Pada banyak kasus, milia pada wajah dipicu oleh penggunaan produk perawatan terlalu berat atau tidak sesuai dengan jenis kulit. Menghindari eye cream terlalu tebal, produk berbasis minyak berat, hingga skincare comedogenic dapat membantu mencegah terbentuknya milia baru. Disarankan menggunakan produk non-comedogenic, ringan, serta mudah menyerap, terutama untuk area sekitar mata yang kulitnya lebih tipis dan sensitif.
7. Konsultasi & Perawatan di Klinik Estetika
Setiap milia memiliki penyebab dan karakteristik berbeda, sehingga konsultasi dengan dokter sangat penting untuk menentukan jenis milia, faktor pemicu utama, serta metode perawatan paling efektif dan aman. Hagata Skin Aesthetic Clinic di Batam menyediakan evaluasi kulit menyeluruh serta kombinasi treatment canggih yang disesuaikan dengan kondisi kulit pasien, sehingga proses menghilangkan milia dapat dilakukan secara optimal tanpa risiko tak diinginkan.

Hal yang Tidak Dianjurkan untuk Menghilangkan Milia
Beberapa tindakan yang sering dilakukan secara mandiri justru tidak dianjurkan karena dapat memperburuk kondisi kulit sehingga menimbulkan komplikasi.
❌ Memencet milia sendiri
Milia bukan jerawat sehingga tidak memiliki saluran keluar alami. Memencetnya dapat merusak jaringan kulit, memicu peradangan, hingga meningkatkan risiko bekas luka.
❌ Menggunakan jarum tidak steril
Tindakan ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi bakteri, terutama pada area wajah dan kelopak mata yang kulitnya sangat tipis serta sensitif.
❌ Mengoleskan krim keras tanpa anjuran dokter
Penggunaan krim dengan kandungan aktif kuat secara sembarangan dapat menyebabkan iritasi, kulit mengelupas berlebihan, hingga hiperpigmentasi pascainflamasi.
Secara keseluruhan, tindakan-tindakan tersebut justru meningkatkan risiko infeksi, iritasi, hingga bekas luka permanen, tanpa benar-benar mengatasi penyebab milia.
Baca juga: Mengenal Treatment Laser CO2: Manfaat & Prosedur
Kapan Harus ke Dokter?
Disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit atau klinik estetika jika:
- Milia tidak membaik lebih dari 1 bulan meskipun sudah mengganti skincare
- Muncul di kelopak mata, yang membutuhkan penanganan khusus dan lebih hati-hati
- Jumlah milia semakin bertambah atau menyebar
- Disertai iritasi, kemerahan, atau rasa tidak nyaman
Konsultasi dini membantu memastikan diagnosis secara tepat serta mencegah komplikasi akibat penanganan tidak sesuai.
Cara menghilangkan milia di wajah tidak bisa disamakan dengan jerawat biasa. Karena milia adalah penumpukan keratin, perawatan medis sering kali menjadi solusi paling aman dan efektif, terutama untuk area sensitif seperti mata.
Dengan pendekatan yang tepat dan bantuan tenaga profesional, milia pada wajah dapat diatasi tanpa risiko bekas dengan hasil paling optimal.
Referensi:
- Cleveland Clinic – Milia, diakses pada Januari 2026
- Healthline – Milia Overview, diakses pada Januari 2026
- WebMD – What to Know About Milia, diakses pada Januari 2026
